Oleh: Abdiansyah Linge
A. PENDAHULUAN
Pengetahuan manusia bermula dari pengalaman-pengalaman kongkret, yang berkaitan dengan fakta-fakta, objek-objek, kejadian-kejadian, atau peristiwa yang dilihat/dialami. Tetapi akal tidak puas hanya dengan mengetahui fakta saja. Akal manusia ingin mengerti mengapa sesuatu itu demikian adanya. Maka kita bertanya terus dan mencari bagaimana hal-hal yang kita ketahui itu berhubungan satu sama lain, hubungan apa yang terdapat diantara gejala-gejala yang kita alami, bagaimana kejadian yang satu mempengaruhi, menyebabkan, atau ditentukan oleh kejadian yang lain. Mengerti sungguh-sungguh berarti mengerti bagaimana dan mengapa sesuatu itu demikian.